MENYAMBUT PERGANTIAN TAHUN DENGAN ACARA KREATIF

IMG_0063

Waktu terus berjalan sehingga tidak terasa sudah memasuki tahun 2015. Kita dapat mengevaluasi diri kita sendiri kegagalan dan keberhasilan apa yang diperoleh, kendala apa yang ditemui, strategi mana yang tepat digunakan dsb, sehingga di tahun 2015 ini kegagalan tidak terulang.

Dunia terus bertambah umur, kemajuan di segala bidang kehidupan manusia terus bertambah. Dengan adanya kemajuan teknologi sebagian besar manusia di era sekarang ini dapat merasakan enak dan kenikmatan dunia, namun sebagian lecil masih belum bisa merasakan kemudahan hidup di dunia.

Menyambut pergantian tahun 2015 menjadi peringatan bagi kita, untuk mengoreksi sudah berapa umur kita, ini dapat diketahui, tetapi masih tersisa berapa umur kita, tidak ada orang yang tahu. Banyak di antara warga masyarakat dalam menyambut tahun baru diisi dengan kegiatan bersuka ria, hura-hura, bahkan ada yang mengisi dengan acara kemaksiatan.

Untuk membentengi generasi muda dari kemaksiatan, di kalangan LDII dalam malam tahun baru diadakan acara kreatif bagi muda-mudi yaitu dengan acara keakraban diisi dengan materi agama dan enterpreuner/kewirausahaan. Materi agama yang disampaikan berupa materi seputar dosa-dosa kemaksiatan pergaulan bebas, diharapkan muda-mudi memahami beratnya dosa pergaulan bebas sehigga berusaha untuk menjauhinya.

Materi kewirausahaan diadakan untuk memberikan motivasi kepada generasi muda di dalam menyongsong kehidupan yang akan datang sehingga muda-mudi siap dalam menghadapinya meskipun penuh dengan tantangan dan persaingan. Pemateri kewirausahaan sengaja dipilih dari kalangan muda-mudi yang sudah memulai membuka lapangan usaha diharapkan dapat memotivasi teman-temannya untuk tidak takut dalam memulai sebuah usaha dengan memberikan kiat-kiat dari pengalaman yang sudah dilakukan. Sebagai contoh acara malam tahun baru di Masjid Ar Royya Kepuh Gondokusuman materi kewirausahaan diisi oleh Rehan yang menceritakan upayanya dalam berusaha dibidang produksi gula aren dan coklat gula aren. Di samping itu diisi oleh Akung Sinayang yang mengkisahkan jerih payahnya dalam menjalankan usaha rafting, catering dan angkringan. Sedangkan di Masjid Baitul Hamdi Umbulharjo diisi oleh Rudi Susanto yang mengkisahkan jerih payahnya dalam menjalankan usaha di bidang kuliner. Acara yang diselenggarakan mulai pukul 20.00 sampai dengan 01.00 diikuti oleh 160 orang peserta baik laku-laki maupun perempuan itu diselingi dengan acara drama dan spontanitas untuk mengurangi jenuh. Dengan demikian setidaknya generasi muda akan mendapatkan pengalaman memulai dan menghadapi kendala dalam menjalankan usaha.

PELATIHAN KALIGRAFI

IMG_0049

Pada hari Minggu, 28 Desember 2014 DPD LDII Kota Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan sehari Dasar-dasar Kaligrafi bagi tenaga pengajar TPA LDII Kota Yogyakarta di Kantor PPG Gedongkiwo Yogyakarta. Para pengajar cabe rawit perlu perhatian khusus mengingat peran penting dalam mendidik cabe rawit yang merupakan generasi penerus estafet perjuangan di masa yang akan datang.

            Kegiatan ini dilaksanakan untuk menunjang pencapaian tujuan Tri Sukses pembinaan generasi muda LDII yaitu alim faqih, ahlaqul karimah dan kemandirian. Generasi muda LDII dibina agar memahami ilmu Agama Islam yang berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits sehingga menjadi generasi yang alim dan faqih dalam mengarunigi kehidupan ini. Di samping itu generasi muda dibina agar memiliki ahlaqul karimah dengan dikajikan materi tata karma, kitabul adab, dan materi kajian lain yang berkaitan dengan norma-norma sehingga memahami norma, adat dan budaya yang berlaku di dalam masyarakat. Agar generasi muda siap menghadapi kehidupan di masa yang akan datang, generasi muda LDII diberikan materi konsep kemandirian sehingga memiliki sikap siap menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan, persaingan dan perlu perjuangan.

         Pelatihan diikuti oleh 31 orang peserta guru-guru TPA yang biasa mengajar cabe rawit (usia TK, SD) baik laki-laki maupun perempuan. Instruktur pelatihan ini 6 orang dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu Toha Putra, Muhammad Ragil AS, Fauzan Arif Hanafi, Mustiani, Rabiatul Adawiyah, Syarifah Layli.

            Pada sambutannya Ketua Panitia Bob Sadjino, S.Pd menyampaikan bahwa DPD LDII Kota Yogyakarta ada 30 – 40 buah TPA setiap TPA memiliki rata-rata 8 – 15 orang murid. Materi pelajaran TPA mulai dari baca Al Qur’an melalui metode Tilawati, pelajaran ibadah, sampai dengan pengkajian materi Kitabussholah rata-rata 2 kali pelajaran setiap minggu. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dasar seni tulis menulis huruf arab sehingga para guru TPA akan mempunyai kemampuan lebih dalam membina siswa-siswa TPA yang terdiri dari para cabe rawit.

       Materi pelatihan meliputi teknik menulis kaligrafi, bahan dan alat yang diperlukan serta beberapa seni tambahan dalam menulis kaligrafi.

KONTRIBUSI LDII DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA

logo

Memperhatikan perilaku anak muda akhir-akhir ini, semakin memprihatinkan. Kemerosotan moral semakin tajam. Mulai dari tingkah lakunya, cara bergaulnya, Ta’dhim/menghormat terhadap orang tua, keakraban dengan alat-alat elektronika, obat-obat terlarang, bergaul bebas dan kemaksiatan-kemaksiatan yang lain. Sementara banyak para Penyelenggara Negara juga tampil dengan perilaku yang tidak dapat diambil sebagai tauladan. Krisis tauladan..!!. LDII sebagai Organisasi Kemasyarakatan yang bergerak di bidang dakwah, merasa terpanggil melihat fenomena tersebut.

“Saya dengar kabar bahwa warga LDII tidak merokok, tertib dalam mengenakan helm saat berkendaraan”, demikian salah satu isi sambutan Walikota Yogyakarta, H. Haryadi Suyuti pada saat membuka secara resmi Pengkajian Khataman Hadits Ibnu Majah yang diselenggarakan oleh DPD LDII Kota Yogyakarta di Masjid Baitussalam Gedongkiwo, Mantrijeron. Walikota mengharapkan agar materi yang dikaji dapat diamalkan dengan sebaik-baiknya agar menjadi umat yang bermanfaat. Walikota menyitir sebuah hadits yang isinya sebaik-baiknya kamu sekalian adalah yang memberi manfaat bagi orang lain. “Saya salut kepada LDII yang berperan aktif dalam membangun akhlaqul karimah” demikian kata Walikota di bagian lain dalam sambutannya. Selain membuka pengkajian secara resmi, pada kesempatan itu Walikota juga menanda tangani prasasti sebagai tanda peresmian Masjid Baitussalam dan Kantor PPG (Penggerak Pembina Generasi Penerus).

Itulah sepenggal kesan Walikota Yogyakarta terhadap warga LDII. Dalam program kerjanya LDII menaruh prioritas yang sangat besar terhadap generasi muda, karena masa depan bangsa dan Negara terletak di tangan para generasi muda. Oleh karena itu terhadap pembinaan generasi muda LDII mempunyai target khusus yaitu 1. Menjadi generasi muda yang faqih alim, menjadi generasi muda yang menguasai ilmu Agama Islam sehingga mempunyai kefahaman yang tinggi terhadap nilai-nilai Agama Islam dalam kerangka nilai-nilai budaya Indonesia. 2. Menjadi generasi muda yang berakhlaqul karimah, mengenal nilai2 kesopanan, unggah-ungguh, tatakrama, bisa mengembangkan sikap berbudi luhur dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. 3. Menjadi generasi muda yang siap menyongsong masa depan dengan mampu hidup mandiri, mampu bersaing dalam memperoleh penghidupan yang halal, tidak menjadi generasi muda yang lemah yang tergantung kepada orang lain.

Hasil dari pembinaan LDII terhadap warganya adalah warga LDII di seluruh Indonesia bahkan yang ada di luar negeri TIDAK ADA yang merokok, minum minuman keras, berjudi, bergaul bebas, warga LDII bebas dari penyakit masyarakat. Ini bukan wacana, bukan impian, bukan omong kosong, tetapi sudah menjadi kenyataan dalam kehidupan warga LDII sehari-hari. Padahal merokok, minum minuman keras, berjudi, bergaul bebas, merupakan pintu masuk kerusakan moral dan mental suatu bangsa.

Melihat bukti tersebut di atas berarti LDII telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap pembangunan karakter Bangsa Indonesia, yaitu karakter juah dari penyakit masyarakat yang membuka peluang terhadap meluasnya masalah-masalah sosial di masyarakat.

Audiensi LDII dengan Danramil 01 Jetis

DSCN6751

Yogyakarta – Pengurus PC LDII Jetis beraudiensi dengan Danramil 01/Jetis Bp Kapten Soleh beserta jajarannya di Markas Koramil 01/Jetis pada hari Senin (15/9). Bp H.Djayusman selaku ketua PC LDII Jetis menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahmi antara organisasi kemasyarakatan dengan TNI agar lebih baik.

Rombongan LDII PC Jetis terdiri dari H. Jayusman, H. Jiwantoro, H. Slamet Wiratmo, Faza Aziz, dan lain-lain. Kunjungan ini disambut gembira oleh Bp Kapten Soleh dan jajarannya. Dalam kesempatan ini Bp Kapten Soleh berpesan “LDII dan TNI supaya dapat bersinergi menjalin silaturrahim dengan semua elemen masyarakat dan dapat melaksanakan kerjasama dalam berbagai bidang”.

PANCASILA 2.0

Garuda Pancasila

Sejarah membuktikan bahwa Indonesia adalah bekas jajahan Belanda. Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa daerah, ras. Dari perspektif ini, hampir tidak ditemukan titik persamaan yang menjadi dasar yang kuat untuk membentuk sebuah Negara. Namun kenyataannya Indonesia yang plural tersebut dan dijajah Belanda berhasil membentuk sebuah Negara merdeka meskipun dengan memerlukan perjuangan hebat dan memakan banyak korban harta dan nyawa manusia.

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2014 ini perlu diaktualisasikan kembali nilai-nilai Pancasila bagi Bangsa Indonesia. Pancasila sebagai Dasar Negara terasa semakin dimarginalkan. Hal ini sangat penting untuk dipikirkan sebab NKRI memiliki sifat yang unik dibandingkan dengan Negara-negara lain. Dengan berpegang teguh pada Pancasila Indonesia yang plural dapat bersatu padu melupakan latar belakang masing-masing.

Taufik Kiemas (Mantan Ketua MPR) memunculkan ajaran 4 Pilar Bangsa yaitu Pancasial, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Negara Indonesia dapat diibaratkan sebuah bangunan yang terdiri dari beberapa komponen bangunan yang saling memperkuat satu dengan yang lain. Pancasila dapat diibaratkan sebagai pondasi bangunan, UUD 1945 dapat diibaratkan sebagai tiang penyangga,  NKRI sebagai atap dan temboknya dan Bhineka Tunggal Ika sebagai seluruh penghuninya.

Sebagai Pondasi bangunan Negara Indonesia,Pancasila berfungsi sebagai :

  1. Pancasila merupakan Dasar Negara Indonesia. Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa dan negara Indonesia. Pancasila berfunsi sebagai dasar dalam menjalankan kehidupan berbangsa serta bernegara. Pancasila sebagai norma dasar dalam hidup baik sebagai individu maupun kelompok, baik oleh individu, lembaga maupun pemerintah.
  2. Pancasila sebagai jiwa Bangsa dan Negara Indonesia. Pancasila menjiwai setiap individu, kelompok, lembaga dan seluruh sendi kehidupan organisasi Negara Inonesia.
  3. Pancasila sebagai kepribadian bangsa dan negara Indonesia. Pancasila merupakan ciri khas Negara Indonesia yang unik yang membedakan dari bangsa lain.
  4. Pancasila sebagai sumber tertib hukum di Indonesia. Pancasila sebagai pedoman, acuan, ketentuan seluruh hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
  5. Pancasila sebagai cita cita bangsa. Cita cita bangsa kita adalah tetap utuh dan tegaknya Negara Indonesia yang adil, aman dan sejahtera. Dalam mewujudkan hal ini tentu Pancasila merupakan hal yang sangat pokok.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tanggal 1 Juni 2012, LDII memperkenalkan Istilah “Pancasila 2.0” Istilah ini merupakan koreksi terhadap peringatan-peringatan Hari Lahir Pancasila yang selama ini dilaksanakan. Dengan mengedepankan aspek ritual dan simbolik pada setiap peringatan Hari Lahir Pancasila, maka hakikat Pancasila dapat dikatakan sebagai “Pancasila 1.0” atau Pancasila yang hanya pada tatanan wacana. Sementara yang dibutuhkan Negara saat ini adalah “Pancasila 2.0”, yaitu Pancasila yang tidak hanya diucapkan, tetapi dibumikan, diwujudkan atau diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja Pemerintah diperlukan sebagai motor dalam menggerakkan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Rakyat Indonesia berkewajiban mendukung dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.