Kepala KUA Jetis Yogyakarta Sambut Kunjungan PC LDII

 

DSCN8993Yogyakarta – Pengurus PC LDII Jetis beraudiensi dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamata Jetis di Kantor KUA Jetis, Jl. Cokrokusuman Baru JT II/786 Yogyakarta pada hari Selasa, 24 Maret 2015. H.Djayusman selaku ketua di PC LDII Jetis menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mingkatkan silaturrahim dan kerjasama dengan KUA Jetis yang selama ini sudah terjalin intensif. Pengurus yang hadir dalam kunjungan ini yaitu Firdaus, Putra, Sudarmono, Faiz, Djayusman, Jiwantoro, Faaza, Guntur, Aji, Palupi, Mila, Rofi, Rini, dan Sinta.

Audiensi ini disambut hangat oleh Kepala KUA Jetis Bp. Suardi, S.Ag. Beliau mengapresiasi bahwa LDII dapat menjadi yang terdepan dalam menjaga ukhuwah islamiyah dalam bermasyarakat sehingga tercipta suasana yang kondusif. Bp Suardi mengamati bahwa kegiatan keagamaan yang dilaksanakan LDII sangat bagus.

Beliau menginginkan agar ada kerjasama antar umat beragama yang berkesinambungan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat semisal dengan mengadakan koperasi sehingga masyarakat di wilayah Jetis dapat hidup lebih sejahtera dan makmur.

Audiensi Pengurus PC LDII Dengan Camat Jetis Yogyakarta

ke kecamatan

Yogyakarta – Pengurus PC LDII Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta beraudiensi dengan Camat Jetis di Kantor Kecamatan Jetis, Jl. Pangeran Diponegoro 91 Yogyakarta pada hari Kamis, 2 April 2015. Audiensi ini dipimpin oleh Ketua PC LDII Kecamatan Jetis H. Djayusman diikuti oleh beberapa pengurus PC LDII Jetis yaitu Sinta, Fitri, Narji, Faiz, Faaza, H. Jiwantoro, S.Pd, Sudarmono, Guntur, Putra, dan Aji. Dalam laporannya H.Jiwantoro menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menjalin silaturrahim antara LDII Jetis dengan Muspika Kecamatan jetis.
Kunjungan ini diapresiasi baik oleh Camat Jetis Drs. Ananto Wibowo yang menyatakan bahwa saat ini LDII sudah bertransformasi menjadi organisasi masyarakat yang dapat berperan aktif dalam kemasyarakatan. Dalam kesempatan ini beliau berpesan supaya LDII dan perangkat daerah setempat dapat bekerja sama dan dapat lebih berkontribusi positif ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang social keagamaan.

INDONESIA MENOLAK ISIS

simbol kerjasam

Saat ini dunia sedang dihebohkan oleh ISIS (Islamic States of Iraq and Syria). Tetapi sangat disayangkan heboh bukan karena kemajuan, manfaat, kehebatan ISIS melainkan oleh sikap dan perilaku ISIS yang jauh dari watak kebanyakan orang apalagi watak Islam. Di belahan dunia sana masih ada saudara kita umat muslim yang disiksa seperti di Rohingya, Palestina yang perlu mendapat bantuan baik material, doa serta diplomatik justru jauh dari perhatian dunia.

ISIS adalah organisasi radikal yang mengatasnamakan Islam tetapi kenyataannya jauh dari watak Islam yang rahmatan lil ’alamien, yang mengedepankan sikap damai, toleran, dan saling memaafkan. ISIS mengedepankan sikap pemaksaan kehendak, pembunuhan dan permusuhan.

Perilkau ISIS seperti itu mencoreng, merusak nama baik Islam, sesungguhnya ISIS tidak memperjuangkan hakiki Islam tetapi lebih kepada mencari minyak dan kekuasaan, sangat disayangkan atas nama Islam berperang untuk mencari minyak dan kekuasaan.

Di satu sisi ada kelompok-kelompok Islam termasuk LDII yang terus berdakwah dengan cara damai (green dakwah) untuk mengembangkan nilai-nilai Islam, di lain sisi ISIS justru mencoreng nama baik Islam. Di Indonesia ISIS merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan NKRI, merusak persatuan umat Islam dan mengancam terhadap perkembangan Islam itu sendiri. Sikap yang ditunjukkan oleh ISIS bertentangan dengan sikap Bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi perdamaian, kerukunan, musyawarah mufakat, hidup berdampingan secara damai.

LDII bersama Forum Umat Islam di Indonesia kompak sepakat menolak ISIS bukan karena mencari sensasi tetapi karena tidak setuju dengan sikap dan perilaku ISIS yang tidak mengedepankan sikap dan watak Islam, ISIS justru mencoreng nama baik Islam. LDII telah menerima surat dari MABES TNI No. : B/4577/2014 Tanggal 31 Oktober 2014  MABES TNI menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih terhadap LDII atas pernyataan sikap penolakan ISIS dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam NKRI.

Sangat aneh bagi Warga Negara Indonesia yang mau bergabung dengan ISIS apalagi mau berperang di Suriah. Mereka memperebutkan minyak dan kekeuasaan dengan merekrut pasukan dari negara lain, pertanyaan mendasar adalah mungkinkah apabila kekuasaan telah diperoleh akan diberikan kepada pasukan negara lain? Untuk memperoleh kekuasaan jangankan bansa lain, bangsa sendiri, teman sendiri berani untuk dikorbankan. Maka sungguh sangat aneh mereka yang mau bergabung dengan ISIS. Kepada mereka yang mau bergabung didengungkan dengan motivasi jihad, padahal pada dasarnya mereka tidak mengetahui hakiki perjuangan ISIS di Suriah. Oleh karena itu sebaiknya menggunakan pemikiran yang logis sebelum berangkat ke Suriah, daripada mati konyol di sana. Panglima TNI Jenderal Moeldoko telah menyampaikan sikapnya bahwa ”tidak ada tempat bagi ISIS di Indonesia” perlu mendapat dukungan dari seluruh Bangsa Indonesia.

Oleh karena itu kepada segenap Warga LDII Kota Yogyakarta pada khususnya dan Warga Negara Indonesia pada umumnya dihimbau melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Tidak bergabug dengan ISIS
  2. Tidak menyimpan tulisan, symbol, bendera serta atribut lainnya yang berhubungan dengan ISIS
  3. Menjaga keluarga dan handai taulan untuk tidak bergaung dengan ISIS
  4. Mengembangkan sikap profesional religius untuk membangun kembali nama baik Islam di mata dunia.

MENYAMBUT PERGANTIAN TAHUN DENGAN ACARA KREATIF

IMG_0063

Waktu terus berjalan sehingga tidak terasa sudah memasuki tahun 2015. Kita dapat mengevaluasi diri kita sendiri kegagalan dan keberhasilan apa yang diperoleh, kendala apa yang ditemui, strategi mana yang tepat digunakan dsb, sehingga di tahun 2015 ini kegagalan tidak terulang.

Dunia terus bertambah umur, kemajuan di segala bidang kehidupan manusia terus bertambah. Dengan adanya kemajuan teknologi sebagian besar manusia di era sekarang ini dapat merasakan enak dan kenikmatan dunia, namun sebagian lecil masih belum bisa merasakan kemudahan hidup di dunia.

Menyambut pergantian tahun 2015 menjadi peringatan bagi kita, untuk mengoreksi sudah berapa umur kita, ini dapat diketahui, tetapi masih tersisa berapa umur kita, tidak ada orang yang tahu. Banyak di antara warga masyarakat dalam menyambut tahun baru diisi dengan kegiatan bersuka ria, hura-hura, bahkan ada yang mengisi dengan acara kemaksiatan.

Untuk membentengi generasi muda dari kemaksiatan, di kalangan LDII dalam malam tahun baru diadakan acara kreatif bagi muda-mudi yaitu dengan acara keakraban diisi dengan materi agama dan enterpreuner/kewirausahaan. Materi agama yang disampaikan berupa materi seputar dosa-dosa kemaksiatan pergaulan bebas, diharapkan muda-mudi memahami beratnya dosa pergaulan bebas sehigga berusaha untuk menjauhinya.

Materi kewirausahaan diadakan untuk memberikan motivasi kepada generasi muda di dalam menyongsong kehidupan yang akan datang sehingga muda-mudi siap dalam menghadapinya meskipun penuh dengan tantangan dan persaingan. Pemateri kewirausahaan sengaja dipilih dari kalangan muda-mudi yang sudah memulai membuka lapangan usaha diharapkan dapat memotivasi teman-temannya untuk tidak takut dalam memulai sebuah usaha dengan memberikan kiat-kiat dari pengalaman yang sudah dilakukan. Sebagai contoh acara malam tahun baru di Masjid Ar Royya Kepuh Gondokusuman materi kewirausahaan diisi oleh Rehan yang menceritakan upayanya dalam berusaha dibidang produksi gula aren dan coklat gula aren. Di samping itu diisi oleh Akung Sinayang yang mengkisahkan jerih payahnya dalam menjalankan usaha rafting, catering dan angkringan. Sedangkan di Masjid Baitul Hamdi Umbulharjo diisi oleh Rudi Susanto yang mengkisahkan jerih payahnya dalam menjalankan usaha di bidang kuliner. Acara yang diselenggarakan mulai pukul 20.00 sampai dengan 01.00 diikuti oleh 160 orang peserta baik laku-laki maupun perempuan itu diselingi dengan acara drama dan spontanitas untuk mengurangi jenuh. Dengan demikian setidaknya generasi muda akan mendapatkan pengalaman memulai dan menghadapi kendala dalam menjalankan usaha.

PELATIHAN KALIGRAFI

IMG_0049

Pada hari Minggu, 28 Desember 2014 DPD LDII Kota Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan sehari Dasar-dasar Kaligrafi bagi tenaga pengajar TPA LDII Kota Yogyakarta di Kantor PPG Gedongkiwo Yogyakarta. Para pengajar cabe rawit perlu perhatian khusus mengingat peran penting dalam mendidik cabe rawit yang merupakan generasi penerus estafet perjuangan di masa yang akan datang.

            Kegiatan ini dilaksanakan untuk menunjang pencapaian tujuan Tri Sukses pembinaan generasi muda LDII yaitu alim faqih, ahlaqul karimah dan kemandirian. Generasi muda LDII dibina agar memahami ilmu Agama Islam yang berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits sehingga menjadi generasi yang alim dan faqih dalam mengarunigi kehidupan ini. Di samping itu generasi muda dibina agar memiliki ahlaqul karimah dengan dikajikan materi tata karma, kitabul adab, dan materi kajian lain yang berkaitan dengan norma-norma sehingga memahami norma, adat dan budaya yang berlaku di dalam masyarakat. Agar generasi muda siap menghadapi kehidupan di masa yang akan datang, generasi muda LDII diberikan materi konsep kemandirian sehingga memiliki sikap siap menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan, persaingan dan perlu perjuangan.

         Pelatihan diikuti oleh 31 orang peserta guru-guru TPA yang biasa mengajar cabe rawit (usia TK, SD) baik laki-laki maupun perempuan. Instruktur pelatihan ini 6 orang dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu Toha Putra, Muhammad Ragil AS, Fauzan Arif Hanafi, Mustiani, Rabiatul Adawiyah, Syarifah Layli.

            Pada sambutannya Ketua Panitia Bob Sadjino, S.Pd menyampaikan bahwa DPD LDII Kota Yogyakarta ada 30 – 40 buah TPA setiap TPA memiliki rata-rata 8 – 15 orang murid. Materi pelajaran TPA mulai dari baca Al Qur’an melalui metode Tilawati, pelajaran ibadah, sampai dengan pengkajian materi Kitabussholah rata-rata 2 kali pelajaran setiap minggu. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dasar seni tulis menulis huruf arab sehingga para guru TPA akan mempunyai kemampuan lebih dalam membina siswa-siswa TPA yang terdiri dari para cabe rawit.

       Materi pelatihan meliputi teknik menulis kaligrafi, bahan dan alat yang diperlukan serta beberapa seni tambahan dalam menulis kaligrafi.